68 views

Dandim 0201/BS Hadiri Ground Breaking Normalisasi Alur Sei Badera

Medan | Komandan Kodim 0201/BS Medan, Kolonel Inf Roy Hansen J Sinaga, SSos, turut menghadiri acara Ground Breaking Normalisasi Sei Badera di Kompleks Bumi Asri, Jln Asrama Medan, Selasa (20/8/2019).

Acara ground breaking normalisasi Sei Badera ini dilakukan Gubsu Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi didampingi Kasdam I/BB, Brigjen TNI Untung Budiharto, Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, dan Wakil Bupati Deliserdang, M Ali Yusuf Siregar.

Normalisasi atau pelebaran alur Sei Badera sepanjang 3,5 Km dimulai dari simpang Jln Gatot Subroto menuju simpang Jln Gaperta Medan.

“Normalisasi Sei Badera ini merupakan pilot project untuk mengatasi banjir di Kota Medan akibat penyempitan, dan pendangkalan (sedimentasi) sungai yang salah satunya terjadi di Sei Badera,” kata Ketua Balai Wilayah Sungai Sumatera II, Roy Panagom Pardede, ST, MTech dalam laporannya kepada Gubsu.

Roy Panagom menjelaskan, selain Sei Badera, sedimentasi dan penyempitan alur sungai juga terjadi di empat sungai lainnya. Yakni, Sei Babura, Sei Sikambing, Sei Deli dan Sei Belawan.

“Daya dukung kelima sungai ini terus menurun, sehingga kondisi inilah yang menyebabkan Kota Medan kerap kebanjiran apabila diguyur hujan deras,” jelasnya.

Roy Panagom menambahkan, sampai 2022, pihaknya (BWS Sumatera II) merencanakan menormalisasi sembilan sungai di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang. Yakni, Sei Belawan, Sei Badera, Sei Sikambing, Sei Putih, Sei Babura, Sei Deli, Sei Sulang-Saling, Sei Kera, dan Sei Tuntungan.

“Biaya menormalisasi sembilan sungai ini dianggarkan sebesar Rp1 triliun,” ungkapnya.

Sementara, Gubsu Edy Rahmayadi meminta pengertian semua pihak untuk menjadikan Kota Medan terbebas dari banjir. “Sungai yang melintasi Kota Medan adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa kepada umat manusia. Karenanya butuh pengertian semua pihak untuk ikut bersama menjaga kelestarian sungai dengan tidak membuang sampah atau bahkan limbah ke dalamnya,” ucap Edy.

Dikatakan Edy, sungai yang ada saat ini tak lagi bisa dinikmati oleh orang jaman sekarang. Kondisi ini harus dihentikan, agar anak cucu bisa menikmati sungai sebagai anugerah Tuhan.

“Air adalah lambang kehidupan kita. Karena itu, kita semua harus menyelesaikan masalah banjir di Kota Medan ini, sehingga mohonlah pengertian dari semua pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian sungai,” terangnya.

Mantan Pangkostrad ini mengimbau seluruh warga Kota Medan khususnya untuk ikut menjaga kelestarian sungai, sehingga sungai tidak menjadi sumber penyakit akibat tercemar merkuri berat.

“Saya mau masyarakat ikut membantu pelestarian sungai, agar sungai tidak semakin tercemar oleh merkuri. Pelestarian sungai ini dari kita untuk kita, dan mulai saat ini sampai 2022, sungai di Kota Medan harus bersih. Karenanya kita semua harus kerja sama untuk menormalisasi 9 sungai itu,” pungkasnya.

Usai memberi arahan pembuka acara, Gubsu didampingi Kasdam I/BB, Wakil Wali Kota Medan, Wakil Bupati Deliserdang, Aster Kasdam I/BB Kolonel Inf Parluhutan Marpaung, dan perwakilan Kajati Sumut, meninjau langsung proses ground breaking normalisasi Sei Badera.

Untuk diketahui, normalisasi Sei Badera ini merupakan kerja sama antara BWS Sumatera II, Kodam I/BB, Polda Sumut, Pemprov Sumut, Pemko Medan, dan Pemkab Deliserdang.

Program normalisasi Sei Badera ini mengangkat tema “Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi? Kalau Bukan Sekarang, Kapan Lagi? Ayo Jaga Sungai Kita, Demi Masa Depan Anak Cucu Kita”.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah Camat, Lurah, para Danramil jajaran Kodim 0201/BS, pimpinan Ormas Kepemudaan, dan seratusan Babinsa. (PENDIM 0201/BS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *